Kamis, 13 Juni 2013

Ma'had Al Birr Makassar Menerima Mahasiswa Baru Program Bahasa Arab

MA'HAD AL BIRR 
Universitas Muhammadiyah Makassar
MENERIMA MAHASISWI BARU
Program Bahasa Arab 

MENGAPA PILIH AL BIRR???
* Bahasa Pengantar Berbahasa Arab
* Kurikulum Standar LIPIA
* Pengajar Lulusan Timur Tengah dan LIPIA
* Gedung dan Ruang Belajar Representative
* Laboratorium Bahasa & Perpustakaan
* Tersedia Kelas Pagi dan sore (ikhwan)
* Terdaftar sebagai mahasiswa(i) resmi Universitas Muhammadiyah Makassar sehingga setelah lulus di Ma'had, bisa langsung memilih jurusan di Fakultas Agama Islam UNISMUH Makassar sebagai mahasiswa semester V.
* Tersedia asrama Ikhwan dan Akhwat (terbatas)

Program Belajar Tauhid Jarak Jauh at-Tarbiyah

Silabus Program Belajar Tauhid Jarak Jauh at-Tarbiyah

Berikut ini adalah gambaran silabus pelajaran tauhid yang akan diterapkan dalam kegiatan belajar tauhid jarak jauh Program at-Tarbiyah.

Semester I: 23 Materi
Materi Pengantar
  1. Empat Kewajiban Setiap Insan [sumber: Tsalatsat al-Ushul]
  2. Tiga Ciri Kebahagiaan [sumber: al-Qawa'id al-Arba']
  3. Urgensi Ilmu Sebelum Beramal [sumber: Tsalatsat al-Ushul]
  4. Hakikat Millah Ibrahim [sumber: al-Qawa'id al-Arba']
  5. Hakikat dan Kedudukan Tauhid [sumber: Kitab at-Tauhid]

Kebaikan dan Kemaksiatan Masing-masing Memiliki Anak

Sesungguhnya kemaksiatan yang dilakukan seorang. Jika seorang hamba telah melakukan sebuah kebaikan, maka kebaikan yang berada di dekatnya mengatakan: “Hendaklah engkau mengamalkan aku juga!”. Jika dia telah mengamalkan kebaikan kedua, maka kebaikan ketiga akan mengatakan seperti itu juga , dan begitu seterusnya. Akhirnya kemaksiatan seorang hamba akan melahirkan kemaksiatan-kemaksiatan yang lain, sehingga pelakunya susah dan berat meninggalkannya. Sebagian salaf mengatakan: “Sesungguhnya diantara hukuman keburukan adalah terjadinya keburukan setelahnya, dan sesungguhnya di antara pahala kebaikan adalah kebaikan setelahnya”

Beramal Untuk Akhirat


Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berkata, “Kebiasaan para ulama terdahulu adalah menulis nasehat satu sama lain dengan kata-kata semacam ini: Barangsiapa yang memperbaiki hatinya, maka Allah akan memperbaiki kondisi lahiriyahnya. Barangsiapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia. Barangsiapa yang beramal untuk akhiratnya, maka Allah akan mencukupkan baginya urusan dunianya.”.”

(lihat Mawa’izh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hal. 33-34)

Rabu, 12 Juni 2013

>>Yang Berwibawa dalam Kelelakian (Syair Anti Galau-galauan)


Bismillaahi walhamdu lahu wa na’udzu bihi minal fitan

Mereka bertanya tentang ikhwan yang hanya berteman dengan ikhwan

Aku katakan ini bukan tentang kebencian kepada wanita yang memang dasarnya rupawan
Kami hanya tak ingin tertekan oleh rayuan syaitan di balik nama-nama menawan

Mereka, para jelita yang rupawan, berduyun-duyun menawarkan pertemanan
Mereka, bidadari dunia maya datang memberi salam, sapa, canda dan puji-pujian

Bukan tak hiraukan, tapi maaf hati ingin berkelindankan suci seutuhnya dalam balutan iman
Kami lelaki ingin berwibawa dalam kelelakian
Dan engkau wanita, berusahalah bersembunyi dalam cangkang iman
Jangan engkau bawa kenistaan atas nama pertemanan

***