Jiwa yang suci, batin yang bersih membuat hati cemerlang. Sehingga semakin mudah memahami ilmu. Jika ilmu dunia bisa diraih dan dikuasai oleh siapa saja sekalipun seorang pe-maksiat ataupunkafir. Tidak demikian dengan ilmu syar’I yang sangat agung dan mulia. AllahTa’ala tidak meng-anugerahkannya kecuali kepada orang-orang yang bertakwa kepada-Nya.
Allah Ta’ala berfirman, (Artinya), “Dan bertakwalah kepadaAllah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.”[1]
Ibnu Katsir menjelaskan makna ayatini, “(bertakwalah kamu kepada Allah) maknanya : takutlah kepada-Nya, dan senantiasalah merasakan pengawasan-Nya. Ikutilah perintah-Nya serta tinggalkan larangan-Nya.
( Allah mengajarmu) maknanya seperti firman Allah Ta’ala, (Artinya), “Hai orang-orang beriman,jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan”.[2]
Dan seperti firman-Nya, (Artinya), “Hai orang-orang yang beriman (kepada Para rasul), bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya, niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepadamu dua bagian, dan menjadikan untukmu cahaya yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan.”[3]


