Bismillah. Alhamdulillah hamdan katsiran
thoyyiban mubarokan fiihi. Assholatu wassalamu 'ala Rasulillah wa 'ala
alihi wa shahbihi wa man wala'.
Sekilas
melirik judul tulisan ini, mungkin biasa saja. Memang akan sangat biasa
dijumpai dalam berbagai tulisan, terutama novel-novel, roman picisan,
dan bahkan ungkapan ini kerap terdengar dari media-media seperti radio
maupun TV. Entahkah itu drama percintaan, sinetron-sinetron, dsb.
Well, sebenarnya tidak ada masalah dengan ungkapannya. Tetapi yang menjadi masalah adalah momen diungkapkannya.