Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poetry. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Januari 2015

Bersamamu, Aku...

Sejujurnya...
Aku sangat tau rasa ini tak layak berada di sini
Bayang yang tak pantas dimimipi
Nama yang tak layak kupatri
Namun dia datang bertamu pada lamunan yang tadinya beku
Tiba-tiba, jiwa tergerak, mencari sosoknya
Yang telah lama luput dari ingatan
Meski memang berusaha kutenggelamkan di kedalaman samudera
Atau kuhempaskan bersama ombak yang menerjang karang

Lalu...kenapa kembali? Di saat aku berusaha terbangun
Impian-impian kembali terajut
Tuk bersama melukis pada awan yang berarak
Tuk bersama berjalan di atas lengkung pelangi
Tuk bersama memandangi rona kemuning senja
Tuk saling berkisah tentang kita di masa lalu

Ah, ilusi...
Lagipula...pohon harapan telah menggugurkan dedaunnya
Menanti musim semi yang kan memekarkan pucuknya
Mungkin, harapan harus kusimpan saja untuk diriku
Bersama dia yang tertulis di sana
Yang tak pernah kutahu siapa...
Tapi aku yakin, itu akan menjadi kejutan
Ketika nanti ku terjaga...
Semoga

Kamis, 13 Juni 2013

Memilikimu

Saya mencintai sunset, 
menatap kaki langit, ombak berdebum
Tapi saya tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah, 
Walaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana
Tapi saya tidak akan memasukkannya dalam ransel,
kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Rabu, 04 Juli 2012

Dahsyatnya Hawa Nafsu

Sungguh sangat terasa
Bahwa perang yang besar itu
Adalah perang melawan hawa nafsu sendiri
Kala nurani bekabut
Hingga batas haq dan bathil menjadi samar
Kadang ku beroleh nasihat dari dalam diri
Tapi hiasan yang menyelimuti maksiat
Sungguh melenakan...
Hingga ku jatuh, dan jatuh lagi
Luka pun menjadi semakin banyak
Aku takut...
Kebiasaanku terjatuh menjadikan luka-luka itu
Tak lagi terasa sakit...
Hilang rasa...

#Edisi nyalin tulisan lama

Mengejar Ampunan #1

Waktu terus berjalan mengikuti kehendak Rabbnya
Kita pun demikian
Kehidupan kita ini tidak lain hanyalah serpihan-serihan waktu
Maka sungguh merugilah diri-diri kita yang terus menerus lalai
Tergerus oleh dahsyatnya kafanaan dunia
Padahal serpihan yang telah lalu, tak akan pernah bisa kembali
Aku...
Aku tak ingin selamanya begini
Hanyut dalam fatamorgana kehidupan
Terombang-ambing oleh dahsyatnya gelombang ujian
Aku ingin kokohkan iman
Agar tak goyah meski diterpa badai cobaan
Aku kan berubah...aku kan berlari...
Menuju ampunan Rabbku...
Meski aku hilang arah,
Kan kudapatkan peta perjalananku lewat sujud-sujud malam
Kan kudengarkan tuntunan Rabbku lewat alunan syahdu kalaamullah
Kan kutemukan cintaNya dalam samudera ilmu
Kan kugapai wajahnya lewat lapar dahaga di terik suryaNya
Aku....yah...Aku tak ingin terpuruk
Tersapu oleh angin kefuturan yang semakin berhembus hebat
Yaa Robbi...Engkau saksi akan azamku
Perkenankanlah yaa Rabb...
Kabulkanlah...
Engkaulah yang Maha Pengabul Do'a...
Aamiin

Teruntuk Hati yang Terluka

Teruntuk hati yang terluka
Kutitip rindu dari sebuah kata bernama "Bahagia"
Pintunya kini telah ada di hadapanmu
Bergegaslah...langkahkan kakimu ke arahnya
Karena engkau berhak bahagia
Menebus semua airmata yang pernah tumpah
Senyum seudah menyambutmu
Ayolah...mulai dengan "bismillah
Tutup lukamu
dan tampakkan binar indah cahaya dalam bola matamu


#Nyalin tulisan lama