Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akhlak. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2013

Sudah Bertaqwa-kah Kita???

 Segala puji bagi Allah, Dzat yang paling berhak untuk kita takuti dan tempat kita memohon ampunan. Salawat dan keselamatan semoga terus tercurah kepada teladan terbaik, seorang hamba yang telah diampuni dosa-dosanya namun senantiasa beristighfar dan bertaubat kepada-Nya minimal tujuh puluh kali setiap harinya, semoga keselamatan juga terlimpah kepada para sahabatnya, dan segenap pengikut setia mereka. Amma ba’du.

Taqwa merupakan sebab keberuntungan. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Bertaqwalah kalian kepada Allah, mudah-mudahan kalian beruntung.” (QS. al-Baqarah: 189 lihat juga QS. Ali Imran: 130 dan 200). Ini artinya, barangsiapa yang tidak bertaqwa kepada Allah maka dia tidak menempuh jalan yang akan mengantarkan dirinya menuju keberuntungan (lihat Taisir al-Karim ar-Rahman, hal. 88).

Jumat, 21 September 2012

Indahnya Ukhuwah Islamiyah #1

Bismillah. Alhamdulillah, ashshalatu was salaamu 'ala Rasuulillah wa 'ala aalihi wa shahbihi wa man tabi'ahum bi ihsan ilaa yaumil qiyaamah.

Di zaman ini, kita telah melihat banyaknya hal-hal yang menyimpang dari kebenaran dan manhaj yang shahih. Termasuk dalam hal berukhuwah. Ukhuwah saat ini kebanyakannya tidaklah dibangun di atas keimanan, melainkan karena tendensi-tendensi duniawi. Itulah yang terjadi di tengah-tengah ummat Islam saat ini.

Diantara misi diutusnya Rasulullah shallallahu'alayhi wasallam yakni mempersatukan manusia di bawah kalimat tauhid. Dalam sebuah kitab berjudul "Jalan Menuju Kebahagiaan" karya seorang ulama al Haramain disebutkan, 
"Semua ikatan kekerabatan/persaudaraan akan berbalik menjadi permusuhan di akhirat kelak  kecuali pertemanan/hubungan yang dibangun karena Allah."

Rabu, 18 Juli 2012

Setetes Risalah Langit untuk Wanita (Mengintip Mawar-mawar Padang Pasir_ part 2)

"..Lihatlah disana literatur-literatur bertumpuk membahas tentangmu
sebagai makhluk yang berbeda dengan kaum kami. Engkaulah topik yang menjadi inspirasi sekaligus menjadi kuncup-kuncup nan mempesona dalam menggerakkan pena dan tinta para penulis. wahai belahan jiwa kaum kami, pembicaraan tentangmu tidak akan pernah gersang atau pun usang seiring musim silih berganti.." [*]

****

Sepertinya anak kecil tadi[1] menunggu sang ayah keluar dari masjid. Ia berdiri pada jarak kurang dari 5 meter dari pintu masjid, dekat dengan tempat wudhu bagian depan. Umurnya mudah ditebak walaupun secara tak pasti. Setidaknya ia berada pada fase usia anak-anak Play Grup atau Taman Kanak-kanak. .

Jumat, 13 Juli 2012

Cinta dalam Diam, Mungkin Saja....

Bismillah...
Tulisan ini terinspirasi dari kutipan status seorang ummahat beberapa waktu lalu, walaupun ternyata tulisan berjudul atau bertema sama telah dipublish oleh banyak orang di dunia maya ini, saya hanya ingin mengumpul beberapa faedah dari apa yang pernah saya baca.

Banyak diantara kita yang sudah sering membaca kisah cinta romantis shahabat 'Ali radhiyallahu 'anhu dan Faathimah bintu Muhammad radhiyallahu 'anha. Cinta yang bersemi dalam hening, dalam diam. Tetapi, kadang kita melirik ke dalam diri, bisakah itu terjadi pada diri kita? Kita yang hidup di akhir zaman dengan iman yang secuil dibandingkan iman mereka? Kita dengan kondisi hati yang keras lantaran maksiat? Dan berbagai perbedaan yang tidak sulit menuliskannya dalam sebuah daftar disebabkan banyaknya poin yang menyebabkan kita dan mereka sangat berbeda.

Rabu, 04 Juli 2012

Menggugat Diri Sendiri

Bismillah. Segala puji hanya milik Allah, Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah Shallallahu'alayhi wasallam, shahabat, shahabiyah, tabi'in, tabi'uttabi'in serta orang2 yang senantiasa iltizam di jalan ad dienul Islam ini hingga qadar Allah berlaku atas diri2 hambaNya.

Setiap manusia diciptakan oleh Allah dengan kelebihan serta kekurangan yang melekat pada diri mereka masing-masing. Tak terkecuali orang-orang yang Allah anugrahi nikmat terindah berupa hidayah Islam dan Iman serta nikmat pemilihan menjadi pengusung dakwah ilallah. Mereka adalah orang-orang yang dengan segenap kemampuan dan mujahadah berusaha meninggikan kalimat Allah lewat ajakan mereka kepada kebenaran. Namun, saat ini...sangat miris juga, karena telah banyak yang idealismenya tergerus lantaran kejahilan, kedho'ifan, dan iman yang senantiasa diuji oleh terpaan godaan syahwat yang tidak mampu dikendalikan. Tapi jangan menjadikan itu dalih untuk mudur dari garis depan medan perjuangan dakwah.

Senin, 19 Maret 2012

Wahai para pemegang ilmu, AMALKANLAH ILMUMU!

’Aliy Rådhiyallåhu ‘anhu menasehatkan kepada kita (para penuntut ilmu):
Wahai para pemegang ilmu, hendaklah kalian mengamalkannya (yakni mengamalkan ilmu yang telah kalian ketahui), karena seorang ‘alim adalah (orang) yang mengamalkan apa yang ia ketahui, yang ilmunya cocok dengan amalannya…
Akan ada beberapa kaum, yang mereka membawa ilmu, akan tetapi ilmu mereka tidak melewati kerongkongan mereka. amal dan ilmu mereka tidak sesuai, batin dan lahir mereka tidak sesuai.
Mereka duduk-duduk bermajlis dalam sebuah kelompok dan sebagian mereka membanggakan sebagian yang lain, hingga seorang laki-laki marah kepada teman duduknya, sehingga jika duduk akan berpindah ke tempat lain, sehingga yang lain meninggalkannya. Mereka itulah yang amal mereka tidak diangkat kepada Allah”.
(Atsar Riwayat ad-Darimiy)

Jadilah para pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan (bukan sebaliknya) !

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ
“Di antara manusia ada orang yang menjadi pembuka kebaikan dan menutup keburukan.
وَإِنَّ مِنَ النَّاسِ مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ
Demikian pula ada manusia yang menjadi pintu keburukan dan menutup kebaikan.
فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ
Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan dirinya sebagai pembuka pintu kebaikan
وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مَفَاتِيحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ
dan celakalah orang yang menjadi pintu keburukan.”
(Hadits Hasan yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah, yang dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat


Di antara tanda baiknya seorang muslim adalah ia meninggalkan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Waktunya diisi hanya dengan hal yang bermanfaat untuk dunia dan akhiratnya. Sedangkan tanda orang yang tidak baik islamnya adalah sebaliknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ
Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).