Senin, 17 Juni 2013

SERIAL MENAPAK JEJAK SALAF DALAM MENUNTUT ILMU #1

Salaf dan Kemuliaan Ilmu Serta Ahlinya :

Saudaraku ..kenalkah anda ‘Atho’ bin Abi Rabah?
Seorang imam terkemuka di masa tabi’in. Hidup pada tahun 27 –114/115 H.
Barangkali anda jauh lebih tampan dan lebih sempurna secara fisik dari beliau. Beliau budak berkulit hitam, hidungnya pesek, kakinya pincang dan matanya buta. Di zaman sekarang, barangkali orang banyak enggan melirik orang yang berpenampilan seperti itu apalagi mendekati dan berbicara dengannya.
Tetapi tahukah anda wahai saudaraku?? Kemuliaan apa yangtelah diraihnya? Derjat tinggi seperti apa yang telah dicapainya??

Kamis, 13 Juni 2013

Ciri Orang Yang Benar Benar Bertaubat


Ciri Orang Yang Benar Benar Bertaubat

سئل سفيان بن عيينة - رحمه الله : (( ما علامة التوبة النصوح ؟ فقال : أربعة أشياء : قلة الدنيا ، و ذلة النفس ، و كثرة 
التقرب إلى الله تعالى بالطاعات ، و رؤية القلة والنقص في ذلك))

Suatu ketika Sufyan bin Uyainah mendapatkan pertanyaan, “Apa tanda orang yang benar benar bertaubat?”
Jawaban beliau, “Tandanya ada empat, merasa cukup dengan dunia yang sedikit, merasa hina di hadapan Allah, banyak mendekatkan diri kepada Allah dengan melakukan berbagai amal ketaatan dan menganggap sedikitnya dan kurangngnya ibadah yang telah dia lakukan” [Min Akhlaq Salaf hal 82]

Memilikimu

Saya mencintai sunset, 
menatap kaki langit, ombak berdebum
Tapi saya tidak akan pernah membawa pulang matahari ke rumah, 
Walaupun itu bisa dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Saya menyukai bulan,
entah itu sabit, purnama, tergantung di langit sana
Tapi saya tidak akan memasukkannya dalam ransel,
kalaupun itu mudah dilakukan, tetap tidak akan saya lakukan

Ukhty....Dia Adalah Suami Orang....

Bismillahirrahmanirrahim.


Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh yaa akhowat fillah.

Catatan singkat untuk kita. Ini tetap menjadi nasehat untuk diri pribadi.
Fenomena facebook, ”sekiranya engkau sudah tau bahwa itu adalah suami orang, kenapa pula masih suka berkomunikasi hingga bersenda gurau dengan suami orang”

Ada yang mengatakan bahwa cinta itu buta. Benarkah?  
Ada yang mengatakan bahwa cinta itu anugrah. Benarkah?
Ada pula yang mengatakan bahwa cinta itu dari mata turun ke hati. Benarkah?
Ada juga yang mengatakan bahwa cinta itu rela berkorban, suci, saling menerima kekurang . . . . .bla,,bla,,bla,,

Ketika Cinta Bertepuk Sebelah Tangan



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا يُقَالُ لَهُ مُغِيثٌ كَأَنِّى أَنْظُرُ إِلَيْهِ يَطُوفُ خَلْفَهَا يَبْكِى ، وَدُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى لِحْيَتِهِ ، فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – لِعَبَّاسٍ « يَا عَبَّاسُ أَلاَ تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ ، وَمِنْ بُغْضِ بَرِيرَةَ مُغِيثًا » . فَقَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « لَوْ رَاجَعْتِهِ » . قَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَأْمُرُنِى قَالَ « إِنَّمَا أَنَا أَشْفَعُ » . قَالَتْ لاَ حَاجَةَ لِى فِيهِ

Dari Ikrimah dari Ibnu Abbas sesungguhnya suami Barirah adalah seorang budak yang bernama Mughits. Aku ingat bagaimana Mughits mengikuti Barirah kemana dia pergi sambil menangis (karen“Wahai Abbas, tidakkah engkau heran betapa besar rasa cinta Mughits kepada Barirah namun betapa besar pula kebencian Barirah kepada Mughits.” Nabi bersabda kepada Barirah, “Andai engkau mau kembali kepada Mughits?!” Barirah mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku?” Nabi bersabda, “Aku hanya ingin menjadi perantara.” Barirah mengatakan, “Aku sudah tidak lagi membutuhkannya” (HR. Bukhari no. 5283)